Source : www.harunyahya.com
asi eksklusif, bayi, asi ibu, pemberian asi, tentang asi, pendamping asi, menyusui, menyusui asi, makanan pendamping asi, pemberian asi eksklusif, ibu hamil, hamil, ibu dan anak, serviks kanker, kanker payudara, gejala kanker, penyebab kanker, obat kanker
Berdasarkan hasil seluruh penelitian yang telah dilakukan, terbukti bahwa ASI, yang dibahas dalam ratusan tulisan yang telah terbit, melindungi bayi terhadap kanker. Hal ini telah diketahui, walaupun secara fakta mekanismenya belum sepenuhnya dipahami.
“Ketika sebuah protein ASI membunuh sel-sel tumor yang telah ditumbuhkan di dalam laboratorium tanpa merusak sel yang sehat mana pun, para peneliti menyatakan bahwa sebuah potensi besar telah muncul”
Catharina Svanborg, Profesor imunologi klinis di Universitas Lund, Swedia, memimpin kelompok penelitian yang menemukan rahasia mengagumkan ASI ini. Kelompok yang berpusat di Universitas Lund ini menjelaskan kemampuan ASI dalam memberikan perlindungan melawan beragam jenis kanker sebagai penemuan yang ajaib.
Awalnya, para peneliti memberi perlakuan pada sel-sel selaput lendir usus yang diambil dari bayi yang baru lahir dengan ASI.
“Mereka mengamati bahwa gangguan yang disebabkan oleh bakteri Pneumococcus dan dikenal sebagai pneumonia berhasil dengan mudah dihentikan oleh ASI”
Terlebih lagi, bayi yang diberi ASI mengalami jauh lebih sedikit gangguan pendengaran dibandingkan bayi yang diberi susu formula, dan menderita jauh lebih sedikit infeksi saluran pernapasan. Pasca serangkaian penelitian, diperlihatkan bahwa ASI juga memberikan perlindungan melawan kanker. Setelah menunjukkan bahwa penyakit kanker getah bening yang teramati pada masa kanak-kanak ternyata sembilan kali lebih sering menjangkiti anak-anak yang diberi susu formula, mereka menyadari bahwa hasil yang sama berlaku pula untuk jenis-jenis kanker lainnya. Menurut hasil penelitian tersebut, ASI secara tepat menemukan keberadaan sel-sel kanker dan kemudian membunuhnya. Adalah zat yang disebut alpha-lac (alphalactalbumin), yang terdapat dalam jumlah besar di dalam ASI, yang mengenali keberadaan se-sel kanker dan membunuhnya. Alpha-lac dihasilkan oleh sebuah protein yang membantu pembuatan gula laktosa di dalam susu.
Susu Kolostrum Sapi & Ekstrak Inti Kuning Telur Ayam Sebagai Sumber Transfer Factor Terbaik
Sistem imun merupakan hal yang rumit sekaligus menakjubkan beruntunglah, Sang Pencipta memberikan bayi suatu pertolongan. Kita sadar betapa pentingnya pemberian ASI ( Air Susu Ibu ) bagi kemampuan sistem imun. Dalam kondisi dunia yang semakin bahaya, kita diserang oleh berbagai agen penyebab penyakit ( patogen ). Sistem imun kitapun mengalami perubahan
Transfer Factor (TF), Faktor imun utama pada kolostrum dapat menjadi senjata utama tubuh kita menangkal patogen. Transfers factor melatih dan mendidik secara terus menerus sistem imun.
H.S Lawrence menemukan Transfers Factor pada tahun 1949. ketika ia berhadapan dengan masalah penyakit tuberculosis / TBC. Apa yang ia coba temukan adalah keberadaan componen darah yang dapat membawa sensitifitas Tubercular dari seseorang yang telah sembuh dari TBC ke orang yang belum terkena.Transfusi darah secara keseluruhan dapat dilakukan, tapi hanya pada orang yang mempunyai golongan darah sama. Lawrence pada awalnya hanya memisahkan sel-sel imun darah, sel limfosit atau sel darah putih, dari seluruh komponen darah, kemudian ia memecah limfosit menjadi beberapa ukuran. Apa yang ia temukan adalah molekul terkecil yang dapat mentransfer sensitifitas Tuberculin pada pasien sehat lain, molekul inilah yang dinamakan Transfer Factor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar